Penulis : redaksi

‎TANJUNG REDEB – Bangunan Museum Teluk Bayur hingga kini belum difungsikan secara penuh. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau memilih menuntaskan pengisian koleksi dan materi pameran sebelum museum tersebut diserahkan untuk dikelola.
‎
‎Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan museum yang telah dibangun itu masih membutuhkan berbagai kelengkapan agar dapat berfungsi sesuai tujuan awalnya sebagai pusat edukasi dan sejarah.
‎
‎“Kalau sekarang diserahkan, mau diisi apa? Koleksinya belum lengkap. Jadi yang kami selesaikan dulu adalah pengisiannya,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
‎
‎Meurut Yudha, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar pertemuan dengan sejumlah perusahaan pertambangan yang beroperasi di Berau.
‎
‎Perusahaan-perusahaan tersebut nantinya diharapkan ikut berpartisipasi mengisi ruang-ruang pameran sesuai tema yang telah disiapkan.
‎
‎Konsep museum tersebut tidak hanya menampilkan sejarah daerah, tetapi juga perkembangan sektor-sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap perjalanan Kabupaten Berau.
‎
‎“Nanti ruangannya akan dibagi sesuai tema,” katanya.
‎
‎Disbudpar menargetkan pembahasan bersama perusahaan dapat dilakukan pada bulan Juni ini. Setelah seluruh ruangan terisi dan siap digunakan, museum baru akan difungsikan untuk masyarakat.
‎
‎Selain museum, kawasan tersebut juga memiliki beberapa bangunan pendukung yang direncanakan ikut diaktifkan sehingga dapat menjadi pusat kegiatan wisata dan edukasi di Teluk Bayur.
‎
‎Untuk pengelolaan ke depan, Disbudpar membuka peluang kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat seperti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Karang Taruna hingga KNPI.
‎
‎“Bisa dikelola bersama camat. Bisa Pokdarwis, Karang Taruna, KNPI, atau membentuk organisasi pengelola gabungan. Yang penting nanti pengelolaannya berjalan baik,” jelasnya.
‎
‎Yudha berharap proses pengisian museum dapat segera rampung sehingga fasilitas tersebut tidak hanya menjadi bangunan fisik semata, tetapi benar-benar menjadi destinasi edukasi yang memberi manfaat bagi masyarakat dan wisatawan. (Akm)